{"id":3165,"date":"2021-07-28T09:02:52","date_gmt":"2021-07-28T02:02:52","guid":{"rendered":"https:\/\/kesbangpolinmas.demakkab.go.id\/?p=3165"},"modified":"2021-07-28T09:02:54","modified_gmt":"2021-07-28T02:02:54","slug":"mengenal-gratifikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bakesbangpol.demakkab.go.id\/?p=3165","title":{"rendered":"MENGENAL GRATIFIKASI"},"content":{"rendered":"\n<p>Menurut UU No. 20 tahun 2001, penjelasan pasal 12b ayat (1) , gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik diterima di dalam negeri maupun di luar negeri, dan dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik ataupun tanpa sarana elektronik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pengertian Gratifikasi menurut penjelasan Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.&nbsp;Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengecualian:<br>Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 Pasal 12 C ayat (1) :<br>Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12B ayat (1) tidak berlaku, jika penerima melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Peraturan yang Mengatur Gratifikasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pasal 12B ayat (1) UU No.31\/1999 jo UU No. 20\/2001, berbunyi<br>Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya,<\/p>\n\n\n\n<p>Pasal 12C ayat (1) UU No.31\/1999 jo UU No. 20\/2001, berbunyi<br>Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12B Ayat (1) tidak berlaku, jika penerima melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada KPK<\/p>\n\n\n<div class=\"aiovg-player-container\" style=\"max-width: 100%;\"><div class=\"aiovg-player aiovg-player-iframe\" style=\"padding-bottom: 56.25%;\"><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/bakesbangpol.demakkab.go.id\/?page_id=2419&#038;aiovg_type=id&#038;aiovg_video=3165&#038;mp4=aHR0cDovL2tlc2Jhbmdwb2xpbm1hcy5kZW1ha2thYi5nby5pZC93cC1jb250ZW50L3VwbG9hZHMvMDIuLUFwYS1JdHUtR3JhdGlmaWthc2kubXA0\" title=\"\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe><\/div><\/div>\n\n\n\n<p><strong>Sanksi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pasal 12B ayat (2) UU no. 31\/1999 jo UU No. 20\/2001<br>Pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>WAJIB LAPOR<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penyelenggara Negara Yang Wajib Melaporkan Gratifikasi yaitu:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan Undang-Undang No. 28 Tahun 1999, Bab II pasal 2, meliputi :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pejabat Negara pada Lembaga Tertinggi Negara.<\/li><li>Pejabat Negara pada Lembaga Tinggi Negara<\/li><li>Menteri<\/li><li>Gubernur<\/li><li>Hakim<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Pejabat Negara Lainnya :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Duta Besar<\/li><li>Wakil Gubernur<\/li><li>Bupati \/ Walikota dan Wakilnya<\/li><li>Pejabat lainnya yang memiliki fungsi strategis :<\/li><li>Komisaris, Direksi, dan Pejabat Struktural pada BUMN dan BUMD<\/li><li>Pimpinan Bank Indonesia.<\/li><li>Pimpinan Perguruan Tinggi.<\/li><li>Pimpinan Eselon Satu dan Pejabat lainnya yang disamakan pada lingkungan Sipil dan Militer.<\/li><li>Jaksa<\/li><li>Penyidik.<\/li><li>Panitera Pengadilan.<\/li><li>Pimpinan Proyek atau Bendaharawan Proyek.<\/li><li>Pegawai Negeri<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Berdasarkan Undang-Undang No. 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan No. 20 tahun 2001 meliputi :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pegawai pada : MA, MK<\/li><li>Pegawai pada L Kementrian\/Departemen &amp;LPND<\/li><li>Pegawai pada Kejagung<\/li><li>Pegawai pada Bank Indonesia<\/li><li>Pimpinan dan Pegawai pada Sekretariat MPR\/DPR\/DPD\/DPRD Propinsi\/Dati II<\/li><li>Pegawai pada Perguruan Tinggi<\/li><li>Pegawai pada Komisi atau Badan yang dibentuk berdasarkan UU, Keppres maupun PP<\/li><li>Pimpinan dan pegawai pada Sekr. Presiden, Sekr. Wk. Presiden, Sekkab dan Sekmil<\/li><li>Pegawai pada BUMN dan BUMD<\/li><li>Pegawai pada Badan Peradilan<\/li><li>Anggota TNI dan POLRI serta Pegawai Sipil dilingkungan TNI dan POLRI<\/li><li>Pimpinan dan Pegawai dilingkungan Pemda Dati I dan Dati II<\/li><\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut UU No. 20 tahun 2001, penjelasan pasal 12b ayat (1) , gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik diterima di dalam negeri maupun di luar negeri, dan dilakukan dengan menggunakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3168,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-3165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bakesbangpol.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bakesbangpol.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bakesbangpol.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bakesbangpol.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bakesbangpol.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3165"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bakesbangpol.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3564,"href":"https:\/\/bakesbangpol.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3165\/revisions\/3564"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bakesbangpol.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bakesbangpol.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bakesbangpol.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bakesbangpol.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}