Pada hari, Senin 31 Mei 2021, pukul 13.43 s.d 14.36 wib, bertempat di Ruang Pimpinan Sidang DPDR Kab Demak, telah diselenggarakan Audiensi komunitas UMKM binaan PLAN NTT dengan DPRD Kab Demak.
Inti Penyampaian sambutan Ketua DPRD antara lain “Selamat datang kami ucapkan para tamu dr NTT, semoga berkesan. Kami paparkan bahwa Demak ada 4 kecamatan di kelautan dan 10 di pertanian dimana pertanian menjadi unggulan, Namun untuk kelautan, masih belum dikelola dengan baik, dimana kami masih terkendala rob, dimana kami sudah mendapatkan dana unthk penanggulaan rob sesi, Terkait produk kab Demak, nanti bisa dibantu oleh Perindag, dimana di Demak ini belum ada produk unggukan yg spesifik blm ada, maka kami harapkan akan ada sharing ilmu. Dimana nanti UMKM Demak dan NTT bisa berjalan dengan baik, Dimana kami lakukan ada prioduk NTT yg laku di Demak, dan juga produk Demak bisa laku di NTT, karena dasarnya ornag2 Demak itu menyebar. Maka semoga saling bisa bersinergi”
Inti Penyampaian Founder Ketua Puspita Hari “Kawan2 NTT ada dr Sika, Nakekeo dan Lembata dimana kegiatan ini didukung oleh Plan yang selama ini mendukung Puspita Bahari yg bisa menjadi tempat belajar teman2 dr NTT, Nantinya teman2 akan melakukan kegiatan selama 4 hari. Dimana kami mengunjungi sekretariat puspita bahai sebagai tuan rumah, dan akan melakukan pembelajaran di UMKM antara lain di Pengasapan Morosari, Kami juga akan mengajak teman2 ke RB BRI untuk ada kelas kewirausahaa, dan kami akan juga ke TIC sebagai pusat oleh2 Demak, Harapan kami nanti setelah teman2 NTT belajar ke Demak, kita juga bisa belajat di NTT.
Inti Penyampaian Proyek Manager Plan Indonesia “Organisasi kantor pusat di jakarta dan ada beberapa kantor implementasi program dan semua di NTT, Plan punya 18 national.ofice di dunia yg bertugas menggalang dana untuk memebri sponsosrsgip unyuk negara yag membutuhkan terutama pemberdayaan kau muda dan perempuan, Salah satu projek itu adalah pemberdayaan. Dimana kami melatih 2000 orang dgn pelatihan2 selama 1 tahun, kemudian muncul 7 pemenang, Kenapa Demak, karena Demak ada Puspita bahari yang merupakan role model dalam UMKM berbasis pemberdayaan lokal, 90 % NTT berorientasinpertabian, dan hanya sedikit yg pengeloaan ikan, sementara ptotensi mereka besar, sehingga ini mendorong kami untuk mengolag sumber daya alam tgv ada dimapinh ekonkmi dan persaudaraan.”
Tanggapan Kabid Pasar Dindakop, Sony Setiawan “Dindakop sebagai eksekutif bermitra dengan dewan, dimana sudah banyak kegiatan di Dindakop yang disuport oleh UMKM, Dimana kami mulai membeli pelatihan dari produksi hingga pengelolaan keuangan. Kami juga melakukan kegiatan pelatihan ekspor, Kami juga melakukan pengadaan barang dan jasa untuk UMKM dgn tujuan agar market UMKM itu lebih luas, Dan semoga kami bisa saring ilmu dengan baik, Kami melakukan restrukturisasi kredit dan pajak UMKM, dan juga ada bantuan 100 UMKM yang terkena covid bahkan sblm pemerintah meluncurkan program, dan alhamdulilah sukses, Saat ini di 2021 sesuai misi visi Bupati terkait pengembangan UMKM dengan memberikan pelatihan ke desa-desa untuk berproduksi.
Tanggapan Kadin KKP Kab Demak “Kami ingin menyampaikan bahwa 1.92.512 jiwa yg diperikanan 1,5 %nya bergerak dibidang perikanan dan yang bergerak di bidang perikanan semakin banyak, Dimana kami juga mendapatkan penghargaan sebagai pembudidaya terinovatif pada tahun 2020, Saat ini kami meminta bantuan untuk pengerukan sungai di Morosari Demak untuk menambah PAD Kab Demak, Di 14 kecamatan, ada Sayung, Karangtengah, Wedung dan Bonang merupakan daerah pesisir. Dimana kamo mendapatkan kendala bahwa semula yg bergerak di tambak akhirnya nantinya tidak tahu karena terkena rob, Dari 4 kecamatan ini yang paling parah adalah Bendono, Sayung dan sekarang mulai di Bonang. Dan perlu kami sampaikan jia tidak diperhatikan maka 4 kecamatan di Demak ini akan hilang, Sementara untuk persediaan perikanan terutama benih bibit sangat kurang, maka kami mohon bantuan akses untuk hal tersebut sementara ikan tangkap 6000 ton, Sampai hari ini ada 360 jenis pelatihan yang kita tekankan agar nantinya adalah bisa mandiri, Nantinya untuk budi daya rajungan nantinya akan ada pembangunan miniplan sehingga nanti tidak kita jual lewat rembang, tapi langsung kita lempar sendiri.”

