Pada tanggal 03 September 2021 pukul 13.29 s. d 15.15 WIB bertempat di Ruang Rapat Gedung hijau lantai 1 Kantor Kesbangpolinmas Kab. Demak telah berlangsung Rapat koordinasi Tim Penyusun Rencana aksi Penanganan Konflik Sosial (PKS) Kab. Demak tahun 2020 yang diikuti 14 orang.
Inti penyampaian Agus Herawan SIP, MM (Ka. Kesbangpolinmas Kab. Demak) “Siang hari ini kegiatan kita laksanakan mendadak dengan undangan yang mendadak,kami ucapkan terima kasih atas kehadirannya. Rakor PKS kita laksanakan setiap Triwulan sesuai dasar hukum Peraturan Menteri yang mana konflik sosial bisa diberikan informasi terkait potensi konflik yang sudah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi.”
“Dengan level 2 status Demak di masa Pandemi Covid-19 ini semoga menjadikan berkurangnya potensi konflik. Dan alhamdulilah di level ke dua ini perekonomian semakin menggeliat dan potensi konflik semakin kecil. Pembentukan dengan BPD dan Pilkades serentak apakah nanti di masa pendemi ini ditunda atau tidak, semoga PPKM menjadi level satu bahkan mungkin zero.”
Inti penyampaian Serka Himawan (Staf Inteldim 0716/Demak) “Terkait Kab. Demak yang sudah masuk di level 2 kita selaku aparat Pemerintah tetap melaksanakan sosialisasi terus, Tetap memantau Eks. Napiter yang ada di wilayah Kab. Demak serta mengadakan deradikalisasi, Terkait sidak Forkopimda ke tempat hiburan perlu didata secara rinci karyawan tempat karaoke baik yang warga asli Demak maupun luar Demak untuk diperhatikan lapangan kerjanya serta adanya pembinaan BLK”.
Inti penyampaian Iswahyudi (BIN Poswil Demak) “Terkait deradikalisasi kita harus sinergi karena melibatkan beberapa instansi kita tidak bisa bergerak masing-masing. Jangan sampai Demak yang sudah kondusif ini setelah kedatangan Eks. Napiter menjadikan kegaduhan dan ketidakstabilan Kab. Demak”
Inti penyampaian Sertu Faizin ( Deninteldam Wil Kab. Demak) “Rencana Muscab PPP tanggal 12 September 2021 yang akan dilaksanakan di Amantis dengan Calon Sdr. Fatoni dan Sdr. Nurul Furqon,waspadai konflik internal adanya gesekan antar PAC PPP. Masih banyaknya angkutan plat hitam yang digunakan untuk mengangkut penumpang.
Perda hiburan sudah jelas namun faktanya masih ada tempat karaoke yang masih buka. “
