Pada hari Kamis tanggal 28 Juli 2022 Pukul 09.00 s.d 11.00 WIB bertempat di Gedung Grahadika Bina Praja Kab.Demak Bakesbangpol melaksanakan giat Rapat Koordinasi Pembentukan Gugus Tugas Gerakan Revolusi mental dan sekertariat Gugus Tugas Gerakan Revolusi Mental Kab.Demak masa bhakti 2022-2025.

Rapat dipimpin oleh : Drs.Eko Pringgolaksito (PJ Sekda Kab.Demak) beliau menyampaikan hal – hal sebagai berikut :
a. Filosofi dibentuknya seiring sejalan amanat dari pusat sering ditekankan oleh presiden melaui intruksi presiden no 12 tahun 2016 kita di minta lebih implementatif di daerah.

b. Revolusi mental ini ada indikator yang dijadikan sebagai penekanan antara lain kekhawatiran terjadi dis integrasi bangsa melunturnya kegiatan gotong royong dsb.

c. GNRM butuh komitmen dan kebersamaan kaitannya ancaman dis integrasi.

d. Pada peringatan HUT RI ke-77 akan ada gerakan 10 juta pembagian Bendera Merah putih kepada masyarakat. egibarkan bendera merah putih para OPD menyediakan Bendera dan dibagikan secara gratis kepada Masyarakat.

e. GNRM harus kita wujudkan di Kabupatdn Demak dengan Komitme bersama untuk menuju Demak Bermartabat, Maju dan Sejahtera.

Inti penyampaian dr.Eistianah.SE (Bupati Demak) “Gerakan Nasional Revolusi Mental merupakan Gerakan yang bertujuan untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa yang mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, Makmur, dan sejahtera berdasakan Pancasila”.

“Ini hal baru sebelumya belum pernah kita rapatkan gerakan revolusi ini kegiatan penting membangun karakter bangsa,Anak 2 didik kita diluar pemikiran tindakan dengan keberanian evek dari perkembangan jaman maka dari itu pemikiran dari pusat dan daerah untuk menindak lanjutiya”Imbuhnya.

Inti penyampaian KH.Ali Makhsun.M.S.I (wakil Bupati Demak) “Dibentuknya gerakan revolusi menurut Presiden ASN Belum ada yang banga dalam melayani bangsa mental dalam psilologi tidak bisa dinilai penilain dilihat dari ekspresinya yag dinilai tampilan gerakan harus ada instrumen2 yang mengarah ke disiplin kerja”

“Saya berharap aspek yang memberi penekanan harus diperhatikan bahwa sebuah gerakan adanya tindakan keteladanan mari kita lakukan tindakan keteladanan, Sebuah perubahan mental yang pertama harus dipaksa setelah dipaksa pasti akan merasa terpaksa dan akhirnya menjadi terbiasa dan setelah itu menjadi budaya” Imbuhnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *